Rabu, 02 Mei 2012

Siswa Dirugikan


Siswa Dirugikan
Wacana yang ada mengenai syarat masuk perguruan tinggi (PT) sejauh ini adalah dengan mengintegrasikan nilai hasil ujian nasional (UN). Praktik yang terjadi adalah dengan pembatasan  nilai rata-rata sekian akan lolos dari seleksi sebuah perguruan tinggi. Seakan-akan hasil UN adalah segala-galanya.
            Pengintegrasian hasil UN sebagai syarat masuk perguruan tinggi perlu dikritisi. Ini bisa menimbulkan kontroversi, karena kredibilitas hasil UN masih diragukan. Komposisi nilai UN sebagai salah satu syarat masuk perguruan tinggi kurang bisa dianggap sebagai patokan prestasi. Bisa jadi siswa yang mempunyai nilai hasil UN baik, ternyata prestasi keseharian dan nilai  rapornya kurang baik. Begitu juga sebaliknya, siswa yang nilai hasil UNnya kurang baik, ternyata prestasi keseharian serta nilai rapornya lebih baik.
Ini adalah sebuah ketidakkonsistensian prestasi. Jika nilai UN masih digunakan sebagai syarat masuk perguruan tinggi, siswa yang akan dirugikan. Mereka yang diterima dengan syarat tersebut, ternyata dalam kelangsungan prestasi dalam perguruan tingginya tidak sinkron. Begitu juga siswa yang tidak diterima disebuah perguruan tinggi karena nilai hasil UNnya kurang memenuhi syarat, dia akan dirugikan kalau ternyata dalam prestasi kesehariannya lebih bagus.
Mengenai hal ini, ternyata pemerintah juga angkat bicara. Akhir Maret lalu Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) memberi berita baru mengenai rencana perubahan pola seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Perihal seleksi ujian tulis untuk masuk perguruan tinggi yang rencananya akan dihapuskan dan akan diganti dengan jalur undangan mulai 2013 nanti.
Jika memang benar rencana ini akan dilaksanakan, siswa akan lebih terpacu semangat belajar serta keseriusannya. Karena mereka harus bersaing secara akademik dengan teman lainnya. Tak hanya itu, dorongan sekolah untuk meningkatkan akreditasi juga lebih kuat. Pasalnya, kuota peserta jalur undangan untuk setiap sekolah berbeda sesuai akreditasi sekolah lainnya.
_Ria Khoiriyyah, Mahasiswi Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, on republika 2 mei 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar