Sabtu, 12 Mei 2012


Mencoreng Islam
On republika, 28 april 2012
Terorisme merupakan masalah kompleks dan multi dimensi. Berakhirnya perang dingin AS dan Rusia memunculkan wacana permusuhan Barat terhadap Islam. Pengeboman WTC 11 September 2001 memunculkan statemen George Bush “ bahwa negara-negara di dunia hanya mempunyai dua pilihan. Ikut Amerika atau kalau tidak ikut, berarti menjadi musuh kami”.
Menurut saya, para otak terorisme harus dibersihkan, pelakunya dihukum mati. Mereka mengangkat bendera Islam, mengaku-ngaku jihad dijalan Allah. Itu sangat mencoreng nama Islam. Para teroris menganggap bahwa ajaran yang dianut paling benar. Ini menyebabkan pandanga minor. Tidak respect terhadap agama lain dan penganutnya. Dengan sikap yang lebih ekstrim, agama lain dan pengautnya adalah musuh. Mengapa harus dihukum mati? Tentu saja karena perlakuan teroris benar-benar radikal. Mereka tidak mempunyai rasa kemanusiaan. Pengeboman bukan ide tepat untuk memberantas kemaksiatan. Faktor ideology atau agama : Terorisme merupakan bentuk dari akibat pemahaman agama yang parsial atau dangkal yang bisa membuat agama menjadi bentuk yang radikal. Hal ini berlaku bagi setiap agama. Termasuk pemahaman agama Islam yang parsial atau setengah-setengah, berakibat menghilangkan tujuan syara’ yang rahmatan lil ‘alamin. Jelas saja, oknum peneror itu telah menggulingkan nyawa manusia-manusia lain yang belum tentu lebih buruk dari teroris itu, Padahal Islam mempunyai sebuah kaidah “ Al muslimu man salimal muslimuna min lisanihi wa yadihi”. Orang Islam adalah orang yang dengan lisan dan tangannya membuat selamat orang lain.
            By : Ria Khoiriyyah
            Fakultas Tarbiyah IAIN WALISONGO
                                                                                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar