Mencoreng
Islam
On republika, 28 april 2012
Terorisme
merupakan masalah kompleks dan multi dimensi. Berakhirnya perang dingin AS dan
Rusia memunculkan wacana permusuhan Barat terhadap Islam. Pengeboman WTC 11
September 2001 memunculkan statemen George Bush “ bahwa negara-negara di dunia
hanya mempunyai dua pilihan. Ikut Amerika atau kalau tidak ikut, berarti
menjadi musuh kami”.
Menurut
saya, para otak terorisme harus dibersihkan, pelakunya dihukum mati. Mereka
mengangkat bendera Islam, mengaku-ngaku jihad dijalan Allah. Itu sangat mencoreng nama
Islam. Para teroris menganggap bahwa ajaran yang dianut paling benar. Ini
menyebabkan pandanga minor. Tidak respect terhadap agama lain dan penganutnya.
Dengan sikap yang lebih ekstrim, agama lain dan pengautnya adalah musuh.
Mengapa harus dihukum mati? Tentu saja karena perlakuan teroris benar-benar
radikal. Mereka tidak mempunyai rasa kemanusiaan. Pengeboman bukan ide tepat
untuk memberantas kemaksiatan. Faktor
ideology atau agama : Terorisme merupakan bentuk dari akibat pemahaman
agama yang parsial atau dangkal yang bisa membuat agama menjadi bentuk yang
radikal. Hal ini berlaku bagi setiap agama. Termasuk pemahaman agama Islam yang
parsial atau setengah-setengah, berakibat menghilangkan tujuan syara’ yang rahmatan lil ‘alamin. Jelas saja, oknum
peneror itu telah menggulingkan nyawa manusia-manusia lain yang belum tentu
lebih buruk dari teroris itu, Padahal Islam mempunyai sebuah kaidah “ Al muslimu man salimal muslimuna min
lisanihi wa yadihi”. Orang Islam adalah orang yang dengan lisan dan
tangannya membuat selamat orang lain.
By : Ria Khoiriyyah
Fakultas Tarbiyah IAIN WALISONGO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar