Dampak
Negatif Difungsikannya Terminal Mangkang
Terminal
terbesar di daerah Semarang saat ini diduduki
oleh terminal Mangkang. Bangunan yang luas, besar, serta fasilitas dari
terminal yang cukup memadahi itu ternyata belum mampu memuaskan penumpang. Difungsikannya
terminal Mangkang pada awal bulan Maret 2012 silam tersebut malah memusingkan
sebagian besar penumpang. Sebagian besar dari mereka merasa dirugikan
kenyamanannya gara-gara harus mencari bus lagi ditengah perjalanannya. Baik
penumpang dari jalur Semarang ataupun dari jalur Jakarta mau tidak mau harus
turun di terminal Mangkang terlebih dahulu. Praktik yang terjadi di lapangan
memang demikian. Tidak cukup sampai disini, setelah penumpang mendapat bus yang
ingin dituju, mereka masih harus rela menunda jam perjalanannya dikarenakan
sopir angkot yang mogok narik kalau penumpangnya belum benar-benar penuh. Belum
lagi dalam hal financial, biaya angkutan umum setelah difungsikannya
terminal Mangkang ini meningkat hingga dua kali lipat. Untuk ongkos naik
angkutan umum dari pasar Jrakah sampai Kendal yang tadinya hanya 3000 rupiah,
kini penumpang harus merogoh kocek lebih dalam lagi hingga enam sampai tujuh
ribu rupiah karena harus pindah-pindah
angkutan. Dengan adanya hal-hal tetrsebut, secara tidak langsung memang
penumpang yang kena imbas negative dari difungsikannya terminal Mangkang.
Sebaiknya pemerintah dinas perhubungan mau mengubah system yang berlaku agar penumpang
yang yang melewati jalur pantura merasa nyaman dengan berfungsinya terminal
Mangkang tersebut.
RIA
KHOIRIYYAH, MAHASISWI IAIN WALISONGO SWMARANG.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar