Jumat, 11 Mei 2012

Dampak Negatif Difungsikannya Terminal Mangkang


Dampak Negatif Difungsikannya Terminal Mangkang
Terminal terbesar  di daerah Semarang saat ini diduduki oleh terminal Mangkang. Bangunan yang luas, besar, serta fasilitas dari terminal yang cukup memadahi itu ternyata belum mampu memuaskan penumpang. Difungsikannya terminal Mangkang pada awal bulan Maret 2012 silam tersebut malah memusingkan sebagian besar penumpang. Sebagian besar dari mereka merasa dirugikan kenyamanannya gara-gara harus mencari bus lagi ditengah perjalanannya. Baik penumpang dari jalur Semarang ataupun dari jalur Jakarta mau tidak mau harus turun di terminal Mangkang terlebih dahulu. Praktik yang terjadi di lapangan memang demikian. Tidak cukup sampai disini, setelah penumpang mendapat bus yang ingin dituju, mereka masih harus rela menunda jam perjalanannya dikarenakan sopir angkot yang mogok narik kalau penumpangnya belum benar-benar penuh. Belum lagi dalam hal financial, biaya angkutan umum setelah difungsikannya terminal Mangkang ini meningkat hingga dua kali lipat. Untuk ongkos naik angkutan umum dari pasar Jrakah sampai Kendal yang tadinya hanya 3000 rupiah, kini penumpang harus merogoh kocek lebih dalam lagi hingga enam sampai tujuh ribu rupiah karena harus  pindah-pindah angkutan. Dengan adanya hal-hal tetrsebut, secara tidak langsung memang penumpang yang kena imbas negative dari difungsikannya terminal Mangkang. Sebaiknya pemerintah dinas perhubungan mau mengubah system yang berlaku agar penumpang yang yang melewati jalur pantura merasa nyaman dengan berfungsinya terminal Mangkang tersebut.
RIA KHOIRIYYAH, MAHASISWI IAIN WALISONGO SWMARANG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar