LAPORAN HASIL KUNJUNGAN DI MUSEUM RANGGAWARSITA
Memenuhi tugas mata kuliah Islam
dan Kebudayaan Jawa
Dosen Pengampu: Bpk. Ibnu Fikri,
M.Si
Disusun oleh: Ria Khoiriyyah
(113111139)
PAI 2-D
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
WALISONGO
SEMARANG
2012
Berikut hasil laporan dari kunjungan dari
museum Ranggawarsita. Terdapat banyak hal yang dapat ditemukan sebagai
pengetahuan kita mengenai sejarah kebudayaan kita. Dari mulai sejarah
peradaban, sejarah manusia, barang-barang peninggalan zaman dahulu dan lain
sebagainya. Berikut hasil laporannya: Banyak
macam-macam benda bersejarah yang dapat kita temui di musium Ranggawarsita, dan dikelompokan kedalam 5 ruang.
1. Gedung A: Galeri Geologi (Lantai I)
- Gunungan Blumbangan: tradisi Gunung Blumbangan dirancang oleh Raden Patah pada abad ke-15. Gunungan menggambarkan alam semesta, manusia, dan lingkungannya.
- Lukisan Alam Semesta
- Koleksi Kosmologika: berupa lukisan-lukisan galaksi, proses terbentuknya planet, atmosfer Bumi; serta koleksi benda angkasa luar berupa meteorit.
- Koleksi Geologika dan Geografika: mencakup ilustrasi skala waktu geologi, diorama stalaktit-stalagmit, formasi batuan Karangsambung-Kebumen yang merupakan daerah penelitian batuan terbesar di Asia Tenggara.
- Koleksi Ekologika: menyajikan diorama ekosistem, koleksi awetan binatang, dan foto-foto lingkungan alam yang terkenal di Jawa Tengah.
2. Gedung A: Galeri Paleontologi (Lantai II)
- Kelompok Paleobotani: koleksi fosil-fosil kayu dari Sangiran yang terbentuk karena proses mineralisasi yaitu meresapnya mineral (silikat) kedalam struktur/pori-pori kayu, dan ilustrasi bentuk tumbuhan zaman purba.
- Kelompok Paleozoologi: fosil (kerang, gajah purba, kerbau purba, dll) dan ilustrasi kehidupan binatang purba.
- Kelompok Paleontologi: koleksi fosil-fosil fragmen tulang manusia purba jenis Pithecanthropus erectus, manusia-kera yang berjalan tegak.
3. Gedung B: Peninggalan dari peradaban Hindu-Buddha (Lantai I dan
II)
·
Miniatur
Candi Borobudur, Prambanan, Kalasan.
·
Replika
Prasasti Tukmas dan Cangal.
·
Arca-arca
dan replika, lingga-yoni, kala-makara. Arca Ganesha dari Sawit, Boyolali,
sangat sempurna dilihat dari sisi artistik.
·
Koleksi
yang berhubungan dengan kehidupan religi seperti kentongan, kendi, genta,
cermin yang dibuat dari perunggu.
·
Peralatan sehari-hari
berupa lampu gantung, bokor, bejana, talam, cetakan mata uang.
4. Gedung B: Peninggalan dari berbagai zaman peradaban (Lantai II)
- Zaman batu: peradaban batu berupa serpih, kapal genggam, kapak besar (beliung), punden berundak, menhir, arca-arca di Jawa Tengah tersebar di berbagai wilayah.
- Zaman perunggu: berupa benda-benda peralatan (kapak corong) dan benda-benda untuk kepentingan upacara keagamaan seperti nekara, digunakan dalam upacara memanggil hujan.
- Zaman besi: tidak tersedia
- Peradaban Polinesia: disebut peradaban Polinesia karena berbagai langgam budaya yang ditinggalkan khas budaya Polinesia, berupa arca mirip Ganesha temuan dari Desa Jalatiga, Kecamatan Doro, Pekalongan.
- Peradaban Hindu-Buddha
- Zaman pengaruh Islam: pesisir utara Jawa Tengah (Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, Kudus, Jepara, Rembang, Lasem) termasuk daerah awal persebaran pengaruh Islam di Indonesia. Koleksi berupa fragmen seni hias, replika kaligrafi karya RM Sosrokartono, serta miniatur Masjid Agung Demak dan Masjid Sunan Kudus.
- Peninggalan zaman kolonial: berupa meriam pertahanan temuan dari Tegal dan Brebes, pedang militer, lonceng dan jangkar kapal, dll.
5. Gedung C: Galeri bersejarah
perjuangan bersenjata (Lantai I) Koleksi dibagi dua bagian: koleksi semasa perjuangan
fisik dan diplomasi, serta diorama antara lain: Diorama pertempuran lima hari
Semarang, diorama peristiwa Palagan Ambarawa, Diorama gerilya dan kembali ke
Yogyakarta.
6. Gedung C: Galeri koleksi teknologi dan kerajinan tradisional (Lantai
II) Ruangan ini dibagi menjadi beberapa
bagian, mencakup ruang teknologi mata pencaharian, ruang teknologi industri dan
transportasi, ruang teknologi kerajinan, dan rumah tinggal.
7. Gedung D: Galeri Pembangunan (Lantai 1)
·
Ruang
Pembangunan
·
Ruang
Numismatika dan Heraldik
·
Ruang
Tradisi Nusantara
·
Ruang
Intisari dan Hibah
8.
Ruang D :
Galeri Kesenian (Lantai1)
Ruang Seni Pergelaran: Wayang Beber, Wayang Kidang Kencana, Wayang Kaper, Wayang Kandha/Ramayana: mengangkat epik Ramayana, Wayang Purwa, Wayang Madya, Wayang Potehi, Wayang Suluh, Wayang Pesisiran
Ruang Seni Pergelaran: Wayang Beber, Wayang Kidang Kencana, Wayang Kaper, Wayang Kandha/Ramayana: mengangkat epik Ramayana, Wayang Purwa, Wayang Madya, Wayang Potehi, Wayang Suluh, Wayang Pesisiran
Ruang
Seni Pertunjukan dan Seni Musik menampilkan
beberapa bentuk pertunjukan kesenian rakyat, yaitu: kuda Koleksi Emas
Perhiasan badan: anting lumping, barongan, nini thowok, dan beberapa
foto penunjang kesenian pertunjukan.
9.Ruang E: Galeri
- Anting, gelang, binggel, hiasan dada, kelat leher, ikat pinggang
- Perhiasan kepala: mahkota dan grado
- Berbagai bentuk cincin
- Benda-benda untuk sarana upacara keagamaan, mata uang, lempengan prasasti, arca, keris, dan mangkuk
Demikian hasil laporan kunjungan peneliti dari museum Ranggawarsita.
Semoga bermanfaat. Amiiiin......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar