Jumat, 01 Juni 2012


Grasi Terkesan Bertekuk Lutut
            Grasi terhadap Corby si ratu ganja bagi saya sangat tidak lazim. Selama ini belum pernah terdengar ada grasi sampai 5 tahun bagi warga tahanan sendiri. Padahal hukuman bagi terpidana narkoba sekaliber Corby layak jika harus menetap di sel tahanan selama 20 tahun. Toh kategori tindak kejahatan yang dilakukan memang kelas kakap dilihat dari daya rusak perbuatannya. Ini terkesan bahwa Indonesia yang sejatinya merupakan Negara berkembang seolah-olah bertekuk lutut pada tekanan pihak asing dalam relasi dengan Negara besar.
            Walaupun dilihat dari sisi diplomasi, grasi Corby sah-sah saja apalagi jika dikaitkan dengan hak prerogative presiden yang dijamin oleh konstitusi. Tetapi timing grasi Corby kurang tepat jika hanya berkiblat pada kebijakan diplomasi tersebut. Ini akan menimbulkan polemik besar dari publik. Jelas saja, disaat Indonesia menggembor-gemborkan anti narkoba bahkan perang melawan narkoba malah grasi sebesar itu ditujukan untuk ratu ganja. Pemerintah juga harus mendengarkan suara warganya. Tidak dengan grasi seperti itu jika memang ada niat dibalik kebijakan tersebut agar tahanan WNI mendapat perlakuan sama di penjara Negara asing. Kecemburuan sosial pada publik akan terjadi jika grasi diberikan pada Corby.
            Ria Khoiriyyah, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN WALISONGO SEMARANG_
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar