Menari Di Jam Kosong
Detik ini aku mulai menari. Ditempat sedikit ramai. Ditempat ber AC hingga aku sempat terbatuk menahan dingin. Anak kampung yang tak terbiasa hidup mewah memang. Di sebelah orang-orang asing. Disebelah orang-orang berpengalaman dan berpendidikan. Aku merantau dari seberang demi menggaet ilmu. Orang tua tak memaksaku membantu mereka bekerja. Hanya untuk belajar untuk saat ini. Waktuku belum semuanya terpakai. Banyak kesempatan yang terbuang sia-sia. Aku menghela nafas. Senaifkah jika mipiku menjadi seorang penulis terwujud. Disini, detik ini, di perpustakaan jariku menari menghabiskan jam kosong. Menari diatas kertas kusam yang terbuang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar